Portofolio
IDENTITAS PESERTA DIDIK
Nama : Rasyah Alfiandri Tumewang
Tempat/Tgl Lahir : Balikpapan 17-04-2009
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Alamat : PERUM. PGRI Blok M-2 / 22
Agama : KRISTEN
Riwayat Pendidikan : SD Negeri 033 Balikpapan Utara
SMP Negeri 11 Balikpapan Utara
SMK Setia Budi Balikpapan Utara
tujuan belajar di jurusan TKJ :
Tujuan saya belajar di jurusan TKJ adalah untuk mengenal tentang pembelajaran jurusan tkj ini yang dimana sekarang dimasa kini teknologi banyak berkembang yang membutuhkan pemahaman penggunaannya komputer seperti AI, coding dll
LEMBAR PENGESAHAN
Portofolio ini disusun sebagai bukti kegiatan praktik dan hasil kompetensi Peserta Didik pada mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.
Balikpapan, Rabu 17 Juni , 2026
Mengesahkan,
Kepala Program TKJ WALI KELAS
Sutriono Dwi Astuti, S.Pd
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan portofolio dan seluruh pembelajaran selama satu tahun ini.
Terima kasih kepada Bapak Sutriono selaku guru jurusan kami, yang dengan sabar selalu memberikan pengajaran, motivasi, serta masukan yang sangat berharga.
Saya juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Orang Tua yang telah mendukung saya dalam pembelajaran jurusan ini.
Melalui kata pengantar ini, penulis memohon maaf dan memaklumi apabila masih terdapat kekurangan atau kesalahan dalam penyusunan portofolio ini. Akhir kata, dengan penuh rasa syukur dan terima kasih, penulis mempersembahkan portofolio ini.
RASYAHALFIANDRITUMEWANG
................................
BAB l
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Komputer dan jaringan kini menjadi instrumen vital di berbagai ranah bisnis. Teknologi ini mempermudah komunikasi, distribusi data, serta tata kelola informasi secara efisien. Karena itu, literasi di bidang ini sangat krusial demi menunjang produktivitas pada era digital.
1.2 Tujuan
Mendokumentasikan hasil praktik perakitan komputer, instalasi sistem operasi, implementasi jaringan LAN dan menunjukkan pemahaman kompetensi dasar TKJ.
1.3 Manfaat
Melatih keterampilan teknis dan meningkatkan pengalaman praktik untuk mempersiapkan diri dalam masa mendatang PKL
1.4 Ruang Lingkup
Pelaksanaan praktik ini mencakup tiga aspek utama, yaitu perakitan unit komputer, instalasi sistem operasi, dan penataan jaringan lokal (LAN).
BAB ll
PERAKITAN KOMPUTER
2.1 Tujuan Praktik
• Mengenal setiap bagian komponen komputer seperti berikut:
Unit Pemrosesan Utamanya : CPU (Central Processing Unit dan GPU (Graphics Processing unit). (tidak dipake GPU)
Komponen penghubung dan daya : Motherboard dan PSU (Power Supply Unit)
Memori dan Penyimpanan : RAM (Random Access Memory) dan SSD/HDD
• Merakit komputer sesuai SOP
Diawali dengan mempersiapkan area kerja yang bersih, kering, dan bebas dari listrik statis dengan cara menggunakan gelang antistatik sebelum menyentuh komponen peka mikro
• Menguji hasil melakukan praktek perakitan PC
2.2 Alat
dan Bahan
|
No |
Nama Komponen |
Keterangan/Spesifikasi |
|
1 |
Motherboard |
Acer Inc
MS-7869 Ver 1.0 |
|
2 |
Processor |
INTEL
Pentium G3250 Tray 3.20HZ |
|
3 |
RAM |
2 GB Irx16
PC3L 12800U 11-11 C1 |
|
4 |
Power Supply |
FSP Group
inc fsp220 50AANA 220 Watt |
|
5 |
SSD/HDD |
HDD WD5000AAKX Blue Caviar SATA /
16MB cache 500GB |
|
6 |
Obeng |
Obeng tipe
+ |
|
7 |
Kabel VGA |
Sebagai
penghubung PC dan komputer |
|
8 |
Kabel power |
Sebagai menghubungkan monitor ke listrik |
2.3 Langkah Kerja
1. Memasang processor
Buka Soket LGA 1150: Tekan tuas pengait besi di samping soket CPU ke bawah, geser ke luar, lalu angkat ke atas hingga penutup soket terbuka.
Posisikan CPU: Cari dua takik (lubang coakan kecil) di sisi kanan dan kiri prosesor Intel Pentium G3250. Cocokkan takik tersebut dengan tonjolan yang ada di dalam soket motherboard. Ada juga tanda segitiga kecil di sudut CPU yang harus searah dengan sudut soket.
Pasang Tanpa Tekanan: Letakkan CPU tegak lurus ke dalam soket secara perlahan. Jangan digeser atau ditekan agar pin emas di motherboard tidak bengkok.
Kunci Soket: Turunkan penutup besi, lalu tekan tuas pengait kembali ke bawah dan selipkan di bawah besi penahan.
2. Memasang heatsink
• Oleskan Thermal Paste: Karena CPU Tray tidak memiliki pasta bawaan, oleskan sedikit thermal paste (seukuran biji kacang polong) tepat di tengahtengah permukaan atas Intel Pentium G3250.
• Posisikan Kaki Heatsink: Pastikan 4 kaki pengunci heatsink berada dalam posisi siap tekan (putar kepala pengunci berlawanan arah jarum jam, lalu tarik ke atas, kemudian putar kembali searah jarum jam untuk mengunci posisinya). Posisikan 4 kaki tersebut tepat di atas 4 lubang di sekitar soket motherboard.
• Tekan Menyilang: Tekan kepala pin pengunci ke bawah menggunakan ibu jari secara menyilang (misal: pojok kiri atas lalu pojok kanan bawah) hingga terdengar bunyi klik tajam. Pastikan heatsink kokoh dan tidak goyang.
• Colok Kabel Daya: Pasang kabel kipas heatsink ke pin konektor berwarna putih pada motherboard yang bertuliskan CPU_FAN.
3. Memasang RAM
• Buka Klip Slot RAM: Tekan klip pengunci di ujung slot RAM motherboard ke arah luar.
• Sesuaikan Takik Pembatas: Lihat celah (takik) di bagian bawah pin emas RAM DDR3L Anda. Posisikan RAM agar celah tersebut pas dengan sekat pembatas yang ada di slot motherboard.
• Tekan Kedua Ujung: Masukkan RAM ke slot secara tegak lurus. Tekan ujung kanan dan kiri RAM menggunakan dua ibu jari secara bersamaan hingga klip pengunci otomatis menutup dan berbunyi klik. Lakukan hal yang sama pada keping RAM kedua.
4. Memasang motherboard
• Pasang I/O Shield: Pasang pelat besi penutup port belakang (I/O shield) bawaan Acer ke lubang persegi di bagian belakang casing.
• Posisikan Motherboard: Masukkan motherboard Acer MS-7869 ke dalam casing secara perlahan. Pasang port belakangnya agar pas dan menyembul keluar dari I/O shield.
• Sekrup Motherboard: Kencangkan sekrup pada tiang penyangga (stand-off) casing untuk mengunci posisi motherboard agar tidak goyang atau korsleting.
• Hubungkan Kabel Daya: Colok kabel daya 24-pin utama dan kabel daya 4-pin CPU dari PSU ke port yang sesuai di motherboard.
5. Memasang storage
• Pasang HDD ke Rak: Masukkan harddisk WD Blue 500GB ke dalam drive bay (rak penyimpanan) ukuran 3.5 inci di dalam casing PC.
• Kunci dengan Sekrup: Pasang sekrup di sisi kanan dan kiri harddisk ke struktur casing agar piringan mekanis di dalam HDD aman dari getaran saat berputar.
• Colok Kabel Daya: Ambil kabel daya SATA dari PSU (kabel dengan konektor pipih lebar hitam), lalu colokkan ke bagian belakang HDD.
• Colok Kabel Data SATA: Hubungkan kabel data SATA dari port di belakang HDD menuju port SATA_1 atau SATA_2 yang ada pada motherboard Acer Anda.
6. Memasang PSU
Posisikan PSU: Masukkan PSU ke dalam ruang khusus PSU di casing (bagian atas atau bawah). Pastikan posisi kipas PSU menghadap ke luar casing (atau menghadap ke bawah jika ada lubang ventilasi di bawah casing).
Kunci dengan Sekrup: Kencangkan 4 sekrup khusus PSU di bagian belakang luar casing agar PSU terpasang kokoh.
Hubungkan Kabel Daya:
I. Colok kabel daya 24-pin utama dari PSU ke port panjang di motherboard.
II. Colok kabel daya 4-pin CPU dari PSU ke port dekat soket prosesor.
III. Colok kabel daya SATA dari PSU (kabel dengan konektor pipih lebar hitam) ke bagian belakang HDD WD Blue Anda.
7. Pengujian BIOS
• Sambungkan Kabel: Hubungkan kabel monitor ke port VGA/HDMI bawaan motherboard Acer MS-7869, lalu pasang keyboard ke port USB.
• Nyalakan PC: Colokkan kabel power ke listrik, hidupkan PSU, dan tekan tombol power pada casing.
• Masuk ke BIOS: Saat logo "Acer" muncul di layar, segera tekan tombol Delete
(Del) atau F12 secara berulang-ulang sampai masuk ke menu Acer Setup
Utility
2.4 Dokumentasi
Lampirkan foto proses perakitan komputer.
1. Lepaskan bagian² komponen PC dan pasang kembali
2. Pasang processor di motherboard
3. Pasang heatsink / Cooler processor
4. Pasang RAM
5. Pasang Motherboard
6. Pasang Hardisk
7. Pasang Power Supply
8. Pasang kabel PSU dan kabel SATA
9. Pasang Casing PC
10. Nyalakan PC untuk melihat berapa bunyi beep ketika dinyalakan (bunyi 1 sekali tidak bermasalah) dan nyalakan komputer untuk melihat apakah ada sinyal ketika dinyalakan komputernya. Ini gambar dibawah berhasil dilakukan:
3.1 Sistem Operasi
Windows 7 64BIT
3.2 Syarat menginstal windows
Harus memakai flashdisk 8GB atau lebih
3.3 Langkah Instalasi
• Membuat bootable flashdisk
I. Unduh aplikasi Rufus versi terbaru. (Buka browser tulis Rufus terus klik pilih paling atas di pencarian) II. Tancapkan flashdisk ke komputer .
III. Buka aplikasi Rufus.
IV. Pilih drive flashdisk Anda pada bagian Device. V. Klik Select lalu cari file ISO Windows 7.
VI. Pilih Partition scheme: MBR (untuk komputer lama) atau GPT (untuk komputer modern).
VII. Pilih Target system: BIOS atau UEFI menyesuaikan skema partisi VIII. Klik Start dan tunggu hingga proses selesai.
IX. Ini contoh foto gambarnya:
• Mengatur BIOS boot priority
I. Nyalakan atau restart komputer Anda.
II. Tekan tombol F2, F12, Del, atau Esc secara berulang sebelum masuk logo Windows (tombol berbeda tiap merk motherboard).
III. Masuk ke tab Boot menggunakan tombol panah di papan ketik.
IV. Cari menu Boot Priority, Boot Order, atau 1st Boot Device.
V. Ubah posisi Removable Device atau merek flashdisk Anda ke urutan paling atas.
VI. Pindah ke tab Exit, pilih Save Changes and Reset, lalu tekan Enter.
VII. Ini hasil setelah di boot priority pada bios
• Melakukan instalasi sistem operasi
I. Tekan sembarang tombol (press any key) saat muncul perintah di layar.
II. Atur Language, Time and currency format, dan Keyboard input (rekomendasi: US / English). Klik Next.
III. Klik tombol Install Now.
IV. Centang kotak I accept the license terms, lalu klik Next. V. Pilih opsi Custom (advanced) untuk instalasi bersih.
VI. Pilih partisi tempat Windows lama berada (biasanya Drive 0 Partition 2 / C:).
VII. Klik Drive options (advanced) lalu klik Format untuk menghapus data lama.
VIII. Pastikan partisi tersebut tetap terpilih, lalu klik Next.
IX. Tunggu proses penyalinan file hingga komputer melakukan restart otomatis. X. Isi nama pengguna (username) dan nama komputer, lalu klik Next.
XI. Masukkan product key jika ada, atau klik Skip.
XII. Pilih Use recommended settings untuk pengaturan keamanan dasar.
XIII. Atur zona waktu setempat (misal: UTC+07:00 untuk WIB).
XIV. Dokumentasi foto proses instalasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
• Menginstal driver
Menginstal windows 7 di aplikasi Rufus pake flashdisk
• Pengujian sistem
I. Cek Device Manager: Klik kanan Computer > Properties > Device Manager. Pastikan tidak ada simbol tanda seru (!) kuning yang menandakan driver belum terpasang.
II. Uji Grafis: Buka video atau gerakkan jendela aplikasi untuk memastikan tampilan layar halus dan resolusi sudah sesuai.
III. Uji Suara: Putar musik atau suara bawaan Windows untuk menguji speaker.
IV. Uji Konektivitas: Buka peramban (browser) dan coba akses situs web untuk menguji internet.
V. Uji Port: Colokkan kembali flashdisk ke semua lubang USB untuk memastikan fungsinya berjalan baik.
3.4 Hasil Instalasi
Sistem operasi berhasil telah menginstal windows 7 dan dapat bekerja dengan normal dalam pengujian sistem.
4.1 Topologi Jaringan
Topologi star adalah jaringan komputer yang menghubungkan setiap perangkat ke satu pusat kontrol, seperti switch atau hub. Semua lalu lintas data harus melewati pusat tersebut sebelum sampai ke komputer tujuan.
Topologi star digunakan pada implementasi jaringan kantor, laboratorium sekolah, warnet, dan Wi-Fi rumah untuk menghubungkan seluruh perangkat ke satu router atau server pusat. Sistem ini dipilih karena memudahkan pengelolaan dan penambahan komputer baru tanpa mengganggu pengguna lain yang sedang aktif.
4.2 Alat dan Bahan
|
No |
Perangkat |
Spesifikasi/ Jumlah |
|
1 |
Switch |
TP-LINK TL-SF1005D / 1 unit |
|
2 |
Kabel
UTP |
Kabel UTP Cat5e / 3 meter (atau
lebih) |
|
3 |
RJ45 |
Konektor RJ45 Cat5e / 6 buah |
|
4 |
Tang
Crimping |
Tang Crimping RJ45 / 1 unit |
|
5 |
Laptop/PC |
3 unit |
|
6 |
LAN Tester |
ANENG M469D Smart Cable Teste / 1 unit |
4.3 Langkah kerja
I. Tahap perencanaan dan persiapan alat
Rancang Topologi: Tempatkan Switch di tengah-tengah ruangan sebagai pusat kendali (Hub).
Siapkan Perangkat Keras: Sediakan komputer/laptop dan satu unit Switch.
Siapkan Alat & Kabel: Kabel UTP (Cat6), konektor RJ45, tang crimping, dan LAN tester.
II. Pembuatan kabel LAN
Gunakan Kabel Straight: Hubungkan komputer ke Switch menggunakan susunan kabel standar EIA/TIA 568B di kedua ujungnya.
Urutan Warna: Putih Oranye, Oranye, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Cokelat, Cokelat.
Uji Kabel: Pastikan semua lampu nomor 1-8 pada LAN tester menyala berurutan sebelum dipasang.
III. Pemasangan switch dan komputer
Nyalakan Switch: Hubungkan Switch ke sumber listrik.
Hubungkan Komputer: Colokkan kabel LAN dari setiap komputer langsung ke port mana saja yang tersedia di Switch. IV. Konfigurasi IP Address
Buka Pengaturan: Masuk ke Control Panel → Network and Sharing Center → Change adapter settings.
Pilih Ethernet: Klik kanan pada Ethernet, lalu klik Properties.
Pilih IPv4: Klik dua kali pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4).
Isi IP Address: Pilih Use the following IP address dan isi dengan contoh berikut:
o Komputer 1: IP 192.168.32.1 | Subnet Mask 255.255.255.0 o Komputer 2: IP 192.168.32.2 | Subnet Mask 255.255.255.0 o Komputer 3: IP 192.168.32.3 | Subnet Mask 255.255.255.0
Kosongkan Gateway: Kolom Default Gateway dan DNS Server wajib dikosongkan karena tidak ada jalur ke internet.
VI. Pengujian jaringan
Buka CMD: Tekan tombol Windows + R, ketik cmd, lalu Enter.
Tes Koneksi: Ketik perintah ping [IP_Komputer_Lain].Contoh dari
Komputer 1: Ketik ping 192.168.32.3
Hasil: Jika muncul pesan "Reply from...", jaringan LAN antar komputer sudah berhasil terhubung
Ini contoh gambar:
4.4 Dokumentasi
Foto proses membikin kabel straight, pengisian IP Address, pengetesan perintah ping
1. Proses bikin kabel straight
2.
3.
4.
5. Pengisian IP address di ke tiga komputer
6. Pengetesan perintah ping
4.5 Pengujian
Pengujian telah berhasil dilakukan melalui command prompt menggunakan perintah ping di setiap komputer dalam jaringan.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Rangkaian praktik ini yang saya lakukan berhasil mengintegrasikan perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan menjadi satu sistem kerja. Perakitan memastikan seluruh komponen fisik komputer menyala normal. Instalasi sistem operasi menghidupkan perangkat keras agar siap digunakan. Implementasi LAN melengkapi sistem dengan menghubungkan komputer ke jaringan melalui pengabelan dan pengaturan IP yang benar.
5.2 Saran
Untuk pengembangan ke depannya, saya berharap sebelum praktik dimulai diberikan sesi simulasi singkat mengenai cara mengatasi error saat instalasi OS. Selain itu, mohon agar topologi jaringan yang dipraktikkan divariasikan secara bertahap agar pemahaman kami tentang LAN menjadi lebih luas.
LAMPIRAN
Lampiran - Refleksi Peserta Didik Yang saya pelajari:
Selama mengikuti kegiatan ini, saya telah berhasil mempelajari dan menguasai tata cara perakitan komponen PC secara terstruktur serta melakukan instalasi sistem operasi Windows 7 secara mandiri. Selain itu, saya juga memahami konsep implementasi jaringan komputer lokal (LAN) dan menguasai teknik pembuatan kabel UTP dengan tipe penyusunan straight-through.
Kesulitan yang dialami:
Kendala utama yang saya hadapi di lapangan adalah pada saat proses pembuatan kabel jaringan, khususnya ketika harus merapikan, mengurutkan warna, dan memasukkan pin-pin kabel ke dalam lubang konektor RJ45 secara presisi agar tidak ada kabel yang longgar atau tertukar.
Solusi yang dilakukan:
Untuk mengatasi hambatan tersebut, solusi yang saya terapkan adalah dengan memberikan penekanan yang kuat dan mendorong kabel sekencang mungkin ke dalam konektor RJ45. Setelah posisinya dipastikan pas dan stabil, saya langsung menguncinya menggunakan tang crimping secara maksimal hingga konektor terpasang
Komentar
Posting Komentar